Profil

SEJARAH SINGKAT KELURAHAN RENON



Sejarah Singkat Kelurahan Renon  
 Asal usul mengapa desa ini bernama Desa Renon ilmu sejarah belum mengungkapkan secara pasti tetapi suatu hal yang nyata bahwa adanya kenyataan Desa Renon ini dibentuk oleh para pendatang(istilah Balinya “dedukuhan”)  Berdasarkan sumber sumber dan konsultasi bersama pengelingsir di Desa Renon kami telah memperoleh informasi atau keterangan yang bersifat turun-temurun antara lain :  Setelah berakhirnya kerajaan Sri Khesari Warmadewa yang tersebut di dalam prasasti Blanjong berangka tahun 837 caka sisa sisa penduduk kerajaan tersebut telah cerai berai,mengungsi kelokasi ini yang dulu belum mempunyai suatu nama. Lokasi yang baru ini mempunyai keadaan tanah lempung dan subur, yang terdiri dari beberapa tanah sawah yang dalam. Sehingga daerah ini terdapat beraneka ragam ikan darat, seperti ikan gabus,belut lumpiah,lele dan lain-lain. Maka tentang kebutuhan penduduk pada zaman dahulu dilokasi ini betul-betul bisa terpenuhi.  Beberapa tahun kemudian penghuni lokasi ini kian bertambah banyak disebabkan karena para pencari ikan darat dan pekerja-pekerja lainnya selalu marasa senang di tempat ini, dan akhirnya menjadi penghuni lokasi ini. Dengan tiada tersangka hadirlah ke lokasi ini seorang pengail ketempat ini dan beliau adalah seorang pendeta dan sebutan beliau adalah Ida Pedanda Tapa Ender.  Disamping beliau mengail karena lokasi ini banyak ikannya, juga beliau merasa sangat tertarik karena sekitar lokasi ini mempunyai hutan BELU yang nampak indah dan beralun alunan dalam keadaan pohon pohonan yang muda(bajang bahasa Bali).   Sambil mengail beliau sempat pula bergurau dengan para penghuni lokasi ini,kemudian dengan istilah “Belu Bajang” beralun alunan beliau menambahkan/menyebut Lumajang, yang kemudian oleh penghuni setempat  di  sebut Desa Lumajang, yang kini sangat populer dalam istilah upacara Adat Hindu Niskala Dalem Lumajang  Dengan telah dikenalnya Desa lumajang tersebut mempunyai daerah yang dihuni oleh beraneka ragam ikan, demikian pula memiliki lokasi yang subur.Hal ini terdengar oleh Ida Pedande Sakti Bawu Rawuh, beliau pergi dari desa Sidekarya untuk datang ke Desa Lumajang,setelah tiba di Desa ini beliau pun senang karena informasi yang beliau terima betul betul merupakan kenyataan, beliau sangat senang gargita ,Rena setelah berada di Desa Lumajang ini. Kemudian beliau memanggil para penghuni dedukuhan di desa Lumajang ini dengan memberikan sebutan Desa Rena, yang kemudian oleh Penduduk disebut dengan nama Desa Renon.


Video
No Video.
Facebook
Twitter